Pendaki Semeru Diperingatkan Munculnya Badai


Lumajang – Para pendaki Gunung Semeru, diminta untuk mewaspadai kemungkinan munculnya badai di jalur pendakian gunung berapi tertinggi di Jawa yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut itu.

"Badai masih memungkinkan terjadi di jalur pendakian Semeru, sehingga para pendaki harus tetap waspada," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari, Minggu (5/5).

Jalur pendakian Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur, dibuka sejak Jumat (26/4) lalu.

Berdasarkan hasil survei beberapa waktu lalu, lanjut dia, jalur pendakian Semeru aman dilalui hingga Kalimati, namun pendaki tetap diimbau untuk berhati-hati. "Kami hanya merekomendasikan pendakian hingga Kalimati, dan melarang naik hingga puncak Semeru (Mahameru) karena berbahaya bagi keselamatan," katanya.

PVMBG merekomendasikan pendakian hingga Kalimati karena status Gunung Semeru masih Waspada (Level II), sehingga masyarakat atau pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di radius 4 kilometer dari Mahameru.

Menurut Ayu, antusiasme wisatawan yang ingin mendaki Semeru cukup tinggi dan jumlah pendaki mencapai 1.000 lebih setelah dibuka pada pekan lalu.

"Selama beberapa bulan pendakian Semeru ditutup, TNBTS memang kebanjiran telepon dari ratusan peminat yang menanyakan kapan jalur pendakian Gunung Semeru dibuka," ujarnya.

Ia mengimbau para pendaki tidak nekat ke Mahameru karena jumlah embusan yang dikeluarkan Gunung Semeru beberapa hari terakhir tidak seperti biasanya yakni jumlah embusannya berkurang.

"Ancaman badai juga diprediksi cukup tinggi di jalur pendakian dari Arcopodo hingga Mahameru, sehingga TNBTS merekomendasikan pendakian hingga Kalimati demi keselamatan para pendaki," paparnya. ss (surabaya pos )
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar