KENAPA GAJAH MADA DIANGGAP BERASAL DARI BIMA

TUJUH ALASAN KENAPA GAJAH MADA DIANGGAP BERASAL DARI BIMA


  1. Dari segi nama, penggunaan kata“Mada” di belakang namanya menandakan sebuah penegasan dan pengakuan eksistensi dirinya. GM seolah menunjukkan bahwa postur tubuhnya kuat kekar seperti Gajah. Kata Mada dalam bahasa Bima berarti “Saya” sebagai pengucapan merendahkan diri dan menegaskan sikap di hadapan seorang penguasa. Gajah dalam mitologi sansekerta kuno adalah lambang kesaktian bagi orang asing (Ingat kisah Ganesha kecil dari India), sekaligus pangkat khusus kemiliteran dalam kerajaan.
  2. Di Donggo terdapat situs prasasti Wadu Pa’a yang dipercaya turun temurun sebagai bekas tapak kaki Gajah Mada. Dalam tradisi kuno, setiap orang yang hendak moksa biasanya meninggalkan jejak kaki terakhir untuk dipahat pada sebuah batu di tanah tumpah darahnya.
  3. Pada abad ke-14, Kerajaan Bima belum ada, kemungkinan ada sebuah kerajaan Hindu lain di wilayah pulau Sang Hyang dan perkampungan muslim Sape yang dikuasai oleh pribumi dan tidak tunduk kepada Majapahit. Sehingga dalam sumpah Palapanya, GM tidak menyebutkan nama Bima sebagai wilayah yang wajib ditaklukkan oleh Majapahit, dia hanya menyebut Dompo, Sapi dan Sang Hyang Api.
  4. Di Wera Timur terdapat sebuah batu (pulau) yang dinamakan pulau Ular karena di dalamnya terdapat ular-ular terunik di dunia. Mungkin saja kapal tersebut adalah sisa ekspedisi pasukan Gajah Mada, lalu pasukan ini mengabadikan ekspedisi mereka setelah menaklukan Sang Hyang Api dan menamai daratannya dengan Pait (Pahit).
  5. Itulah sebabnya, Kerajaan Bima muncul pada paruh terakhir abad ke 14 sebagai kerajaan Hindu bentukan Majapahit dengan kekuasaan membentang dari wilayah Dompo dan Sape.
  6. Saat memimpin ekspedisi ke kampung halamannya sendiri, Gajah Mada menamai dirinya sebagai Sang Bima dengan maksud mengelabui identitas, karena boleh jadi kalangan masyarakat saat itu sudah akrab dengan legenda-legenda Mahabrata, Gajah Mada ingin memunculkan dirinya sebagai sosok titisan dewa yang membawa perubahan bagi kampung halamannya sendiri.
  7. Penemuan patung-patung Syiwa di daerah Sowa adalah sebuah bukti bahwa perkampungan setempat pernah memiliki tokoh hindu paling berpengaruh di timur nusantara. (copy.fitua)
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar