Warga Jakarta Diminta Harmonis dengan Banjir


Pancoran - Puncak musim hujan yang akan dihadapi Jakarta pada Januari hingga Februari tahun ini kembali memaksa warga Jakarta dihadapkan dengan permasalahan yang sudah jadi masalah tahunan Ibu Kota yakni banjir. 

Sejak Senin (13/1), warga Jakarta yang kediamannya terendam banjir terpaksa hidup di tempat pengungsian. BPBD menyebutkan dengan kondisi saat ini, banjir adalah situasi yang sulit dihindari.

"Sebanyak 40% area DKI Jakarta memang merupakan cekungan sehingga (banjir) sulit terhindarkan," ucap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Danang Susanto, Rabu (15/1).

Kendati Pemerintah Provinsi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menjalankan berbagai program penanganan bencana banjir, Danang mengatakan warga juga dapat berperan dalam penanganan dan penanggulangan banjir. Salah satunya dengan belajar untuk harmonis dengan bencana itu sendiri.

"Warga harus terbiasa menghadapi banjir. Harus harmonis dengan ancaman bencana. Sebab, kondisi Jakarta tidak sama seperti Belanda. Jakarta dilintasi 13 sungai dan cuaca, sedangkan Belanda kan hanya (fokus) membendung air laut," ucap Danang ketika ditemui di kantor BPBD.

Warga Jakarta, ujarnya, dapat belajar untuk harmonis dengan mempersiapkan dan merencanakan sejak dini, baik dengan mencari informasi tempat pengungsian dan mempersiapkan kebutuhan ketika terjadi bencana, seperti tenda, selimut, dan obat-obatan serta berkomitmen membantu sesama ketika banjir tiba.

BPBD sendiri sudah merancang Rencana Kontigensi dimana praktik penanganan bencana di Jakarta juga melibatkan seluruh warga Jakarta. BPBD melalui kelurahan meminta warga untuk saling berkomitmen menyiapkan dan membantu ketika banjir datang. Rencana Kontigensi sendiri digagas oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Rencana Kontigensi itu salah satu hidup harmonis dengan ancaman bencana. Sebab, semua solusi menghadapi bencana itu warga sendiri," terangnya. Ia menerangkan, jika Rencana Kontigensi berjalan dengan baik, tidak akan ada lagi penyebaran logistik yang tidak merata ataupun terkendalanya evakuasi.
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar