ALQURAN akan memberikan syafaat bagi mereka yang dekat dengannya. Demikian sebut hadis Rasulullah SAW di sebuah riwayat. Maka, Alquran hakikatnya mudah dihafal oleh siapa pun tanpa melihat status sosial atau latar belakang kehidupannya.
Keyakinan itu dipegang teguh Yayasan Rumah Tahfiz. Yayasan yang berdiri sejak 2010 ini mendidik anak-anak jalanan untuk menghafalkan Alquran sebanyak 30 juz.
Puluhan anak jalanan dibina secara maksimal di lembaga ini untuk menghafal Alquran. Ini adalah kegiatan utama mereka sehari-hari. Di samping itu, mereka juga harus tetap sekolah, mulai SD hingga SMP.
“Kami ingin anak-anak yang mengalami kekurangan ekonomi bisa menjadi penghafal Alquran,” jelas Pembina Yayasan Rumah Tahfiz Joko Krismiyanto kepada Republika, Senin (16/9).
Dia mengatakan, anak-anak yang mengalami keterbelakangan ekonomi kerap mengamen atau mencari uang. Padahal, semestinya aktivitas tersebut, menurut Joko, bukanlah pekerjaan mereka.
“Anak-anak itu belajar,” paparnya. Daripada mereka ke jalanan, lebih baik mereka menghafal Kitab Suci umat Islam tersebut.
Joko berkeyakinan, siapa pun berhak dan berpeluang menjadi penjaga Alquran. Allah SWT tidak pernah membatasi penjaga Alquran haruslah orang yang mampu secara ekonomi atau orang-orang tertentu saja.
Yakni, golongan yang berekonomi menengah ke atas bisa. Akan tetapi, anak jalanan, anak yatim, dan anak-anak yang mengalami keterbatasan ekonomi juga berhak untuk menjadi penjaga Alquran - See more at: http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/09/23/66866/438/13/Anak-jalanan-pun-menghafal-Alquran#sthash.hN9pdcc6.dpuf

0 komentar :
Posting Komentar